Krisis Energi Sumatera, Pemerintah Pacu Integrasi PLTA Batang Toru 510 MW
By Admin

Dok. Humas ESDM
nusakini.com, Tapsel — Pemerintah mengambil langkah konkrit untuk menanggulangi ancaman defisit daya pada sistem kelistrikan di Pulau Sumatera. Melalui peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, pada Kamis (30/7/2026), pemerintah meresmikan percepatan integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Megawatt ke dalam jaringan listrik regional.
Kebutuhan pasokan energi di kawasan Sumatera dinilai sudah memasuki taraf krusial pascabencana hidrologi yang melanda pada November 2025 lalu. Peristiwa alam tersebut mengakibatkan keruntuhan lima unit menara transmisi utama beserta sarana pendukungnya. Hingga kini, proses pemulihan infrastruktur vital tersebut dilaporkan masih berkutat pada tahap rekayasa teknis pondasi dan struktur menara baru.
Guna mengatasi keterbatasan opsi energi primer lain di wilayah tersebut, operasional fasilitas pembangkit di Tapanuli Selatan ini didorong untuk segera terhubung (on-grid). Selain memperkuat kestabilan arus listrik, percepatan proyek bernilai investasi Rp21,6 triliun ini ditargetkan mampu menopang pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional dari angka 16–17 persen menuju target 21 persen pada penghujung tahun ini.
Proses pemulihan fisik transmisi dan pemenuhan regulasi proyek yang dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) bersama kontraktor Sinohydro Corporation Limited ini kini berjalan beriringan. Langkah pengujian teknis yang membutuhkan penggenangan air dipastikan tetap berlangsung secara paralel dengan penyelesaian administrasi pasca-pencabutan sanksi administratif oleh Kementerian Lingkungan Hidup beberapa bulan lalu. (*)